Opini 12 Jebakan Inovasi..Hati-hati anda terjebak olehnya !!

Ketika anda membaca artikel ini mungkin anda akan bertanya-tanya kenapa saya memasukan judul inovasi dalam Tag Opini dan bukan Tag Management (terutama bagi para pembaca setia blog ini).

Penjelasan singkatnya adalah karena saya tidak sedang membahas teori Inovasi dalam bisnis/management.Saya hari ini sedang ingin berbicara tentang masalah Inovasi dari sudut pandang pengalaman saya sebagai seorang pengamat.

Inovasi pada dasarnya merupakan inti dari sebuah bisnis.Suatu produk pada dasarnya akan mengalami titik jenuh dan pada akhirnya akan mulai ditinggalkan oleh konsumenya.Oleh karena itu Inovasi sangat penting untuk mendorong suatu bisnis agar bisa terus maju dan tetap eksis dikalangan para konsumennya.

Beberapa bisnis akan sangat tergantung dari Inovasi produk yang mereka tawarkan.Produk-produk Consumer Goods (produk rumah tangga) adalah contoh dari produk yang sering sekali mengeluarkan inovasi baru.Mereka begitu getol melakukan penawaran-penawaran mulai dari iklan di Media massa maupun elektronik hingga direct sales di Mal-mal hingga ke jalan-jalan.

Tidak berbeda jauh dengan produk Consumer Goods tadi,Inovasi juga merambah dunia Kuliner kita.Berbagai macam inovasi ditawarkan oleh para produsen kuliner negeri ini.Berbagai macam nama juga muncul sebagai konsekuensinya.Di daerah saya sendiri ketika Inovasi bakso booming dulu,nama-nama seperti : Bakso buah,Bakso cinta,Bakso bakar hingga Bakso Batik nampak menghiasi berbagai papan nama di pinggiran jalan Purwokerto.

Tidak berbeda jauh ketika saya berada di Jakarta beberapa tahun ini.Nama produk makanan seperti Burger Rendang,Tahu bulat,Jamur Goreng,Kripik Pedas Maicih hingga Mie Goreng Abang Adek yang terkenal super pedas itu nampak menghiasi medsos dan jalanan Ibukota.Tidak mau kalah dengan orang kota,di kampung saya yang berada jauh di Klampok sana,orang-orangnya tidak mau kalah kreatif untuk berinovasi.

Disini Inovasinya lebih nyeleneh lagi,dimulai dengan Kroket isi burger,Kentang Goreng Kotak hingga Keripik Tahu Pedas nampak menghiasi stall oleh-oleh yang berada di desa yang terkenal sebagai salah satu penghasil keramik terbaik Indonesia itu.Beberapa Inovasi sukses dan beberapa Inovasi tumbang dan hilang tak berbekas.Pertanyaanya kenapa ini bisa terjadi?

Jika anda bertanya pada saya mengenai hal ini,saya akan mencoba menggunakan analisis VRIO untuk menjawabnya.VRIO Analysis sendiri digunakan untuk menilai apakah suatu keuntungan produk bersifat sementara (Temporary Advantage) atau ia bisa berkelanjutan (Sustainable Advantage).Dalam analisis VRIO ini,suatu produk yang memiliki keunggulan berkelanjutan harus memiliki 4 kriteria yaitu :

  • Valuable.Dengan kata lain,Inovasi produk yang anda lakukan harusnya dapat memberikan manfaat lebih pada konsumen.Jenis manfaat ini sifatnya luas,dalam artian ia bisa memberikan manfaat berupa kepuasan (termasuk dalam hal ini kepuasan menikmati/mengkonsumsi suatu produk),kebanggaan (bisa karena memakai,mengkonsumsi dll).Produk Inovasi seperti : Bakso Cinta,Bakso buah dll kurang memiliki hal ini (karena konsep kepuasan dari rasa bakso sendiri tidak terpenuhi).
  • Rare.Kondisi kelangkaan ini merujuk pada seberapa langka produk ini dipasaran.Dalam hal ini konsep kelangkaan kebanyakan terpenuhi dari produk-produk yang saya sebutkan diatas. 
  • Imitate to Cost.Bukanlah rahasia bagaimana suatu keunggulan dari produk tertentu akan mengundang kompetitor untuk menirunya.Meskipun demikian ada beberapa produk yang mudah dan susah ditiru oleh kompetitor.Produk yang mudah ditiru oleh kompetitor akan membuat nilai lebih dari produk itu sendiri turun.
  • Organized.Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana produk ini dihandle.Dalam pengertian ini,lebih merujuk pada proses bisnis mulai dari diproduksi,didistribusikan,hingga dipasarkan.Semakin baik proses internal organisasi menghandle masalah ini,maka akan semakin sukses produknya.

    Kembali pada masalah produk yang Inovatif tadi.Sebagian yang sukses dan tetap bertahan memiliki setidaknya 3 dari 4 kriteria diatas.Produk Maicih misalnya,ia jatuh pada kriteria Valuable,Imitate to Cost (bukan pada produknya tapi brandnya) dan Organized.Produk Mie pedas Abang Adek misalnya ia memiliki kriteria  Valuable,Rare dan Organized.

Sedangkan produk yang kurang sukses dipasaran seperti Bakso buah misalnya,ia hanya memiliki 1 dari 4 kriteria yaitu Rare.Inilah yang istilahkan sebagai Wacky Innovation.Sejujurnya produk-produk yang tergolong dalam Wacky Innovations menurut saya akan susah untuk sukses.Para pencetus ide produk yang tergolong pada kriteria ini cenderung hanya memikirkan bagaimana produk mereka bisa tampil beda dengan produk yang lain.

Hal ini tidak salah,namun tidak cukup.Seperti yang saya jelaskan sebelumnya,golongan Wacky Innovations hanya memenuhi 1 kriteria dalam VRIO Analysis yaitu rare.Yaah benar sih mereka memang  beda,tapi kalo emang gak ada manfaatnya buat apa?.Keluhan semacam inilah yang muncul dari para konsumen,namun kadang jarang didengarkan oleh para Inventor ini.

Hal yang paling penting dari sebuah Inovasi bagi para konsumen adalah nilai manfaatnya (Valuablitinya).Perlu digarisbawahi bahwa hal ini muncul sebelum desain produk yang nyeleneh itu muncul.Mau senyeleneh apapun produknya gak bakal laku kalo ia tidak bermanfaat.Sebaliknya,jika ia bermanfaat mau senyeleneh apapun orang bakal beli (gak percaya?tanya deh sama pencetus ide Teh Botol dalam kotak itu..).

Dengan kata lain,sebelum para Inventor mencetuskan sebuah inovasi produk,pikirkan dahulu manfaat apa yang akan diraih konsumen yang akan menggunakanya.Jangan mudah untuk meniru atau membuat suatu produk cuma karena berpikir,ini keliatanya beda,keren atau gak pernah ada sebelumnya.Kebanyakan jenis produk dengan mindset seperti ini tidak akan bertahan lama.Konsumen cuma akan datang untuk memuaskan rasa penasaran mereka saja.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Opini 12 Jebakan Inovasi..Hati-hati anda terjebak olehnya !!"

Post a Comment